SYUNAHOME~ Belajar Jadi Ibu ❤️

Anggota Institut Ibu Professional (IIP) Kalimantan Selatan

Minggu, 11 Maret 2018

#NiceHomeWork7 Tahapan Menuju Bunda Produktif

Assalamualaikum~

Alhamdulillah saya berhasil mempertahan semangat belajar dan juga sudah sampai di Nice Homework yang ke-7. Terharu... ternyata saya sudah bertahan! Hihi. Nah untuk NHW #7, hari ini kita diminta untuk mengenali diri kita sendiri dengan menggunakan tools yang disediakan. 

Sebenarnya sih ada banyak tools yang bisa dipakai, tapi berdasarkan instruksi dan kayaknya sih yang paling mudah diakses secara online itu ada di: 

  1. www.temubakat.com 
  2. http://tesbakatindonesia.com
  3. www.tipskarir.com d
  4. Tes offline

Salah satu tools yang kali ini aku coba adalah www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang juga sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.

Apabila teman-teman juga memiliki preferensi tools tentang pemetaan bakat yang, maka pilih juga yang sekiranya bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanynya dan silakan aja dipakai, yang penting kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita. 

Nah, habis tes, kita juga perlu banget mencocokkan hasil temu bakat dengan pengalaman yang sudah kita tulis di NHW #1 sampai dengan NHW #6 supaya kita biasa readyyy masuk keranah produktif dengan bahagia. 

Okay, are you ready? Let's goooo....


Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7



Bagi anda yang ingin menggunakan tools lain yang bisa dikonfirmasi ulang, silakan cantumkan hasilnya di NHW #7

Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Kuadran Suka – Tidak Suka – Bisa – Tidak Bisa

Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA

– Menulis di blog
– Menemani anak dan suami
– Membuat perencanaan, evaluasi, target pribadi, dll
– Membuat catatan/notulen

Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi anda TIDAK BISA

– Berjualan
– Menjaga rumah selalu rapi
– Membuat video youtube

Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA

– Melipat baju dan menyetrika

Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

– Mengendarai kendaraan
– Memasang galon atau gas
Minggu, 04 Maret 2018

#NiceHomeWork6 Belajar Jadi Manager Keluarga Handal

Assalamualaikum

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

AKTIVITAS PALING PENTING
1. Beribadah
2. Menemani suami serta anak Bermain.
3. Melakukan pekerjaan rumah tangga dan menulis.

PALING TIDAK PENTING:
1. Main gadget. Membuka sosial media, googling gosip atau hal yang tidak ada kaitannya dengan bahan tulisan dan upgrade ilmu.
2. Terlalu banyak mengistirahatkan diri atau bersantai.
3. Membaca buku yang tidak ada manfaatnya atau tiba-tiba melihat-lihat gudang dan sok-sokan mau bersih-bersih disana, padahal ada aktivitas yang lebih penting lagi.


Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

JAWAB:
Terkadang malah ke hal-hal yang nggak penting. Sedih ya...

Planning selalu ada, tapi seringkali terdistraksi ke sesuatu yang nggak penting bangettt! :(

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

JAWAB:
1. Memperbaiki ibadah, Menemani anak lebih banyak, mengurangi campur tangan gadget.
2. Rutin menulis dan juga belajar.
3. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

Saya setting adzan di hape, jadi saya bisa mendengar adzan tepat waktunya

Membersihkan rumah pagi hari.
Memasak serta pekerjaan rumah tangga yang lainnya juga saya kerjakan pada pagi hari sekitar jam 05.00 WIB sampai dengan jam 07:30 WIB

Santai dan aktivitas ringan sambil menemani anak.

Lanjut lagi jam 12.30 WIB sampai 14.30 WIB untuk aktivitas harian yang lainnya.

Selanjutnya aktivitas ringan seperti memasak, mandi, sholat, dll

Menulis dan browsing pelajaran saya lakukan malam hari saat anak sudah tertidur. Sekitar jam 18.30 WIB sampai dengan 21.00 WIB

Saya berencana untuk tidur pukul 21.00 WIB, paling lambat pukul 00.00 WIB

Jika ada deadline pekerjaan jadwal bisa fleksibel tapi dipastikan agar ketiga hal yang jadi fokus utama tidak terabaikan.

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

Siap!

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7)

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Siap, Insha Allah akan segera dimulai. Sudah komunikasi dengan suami dan insya Allah akan diingatkan beliau jika ada yang melenceng dari rencana :)


Minggu, 25 Februari 2018

#NiceHomeWork5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Assalamualaikum

Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat Design Pembelajaran ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

MY THOUGHTS

Desain pembelajaran adalah segala sesuatu yang menurut saya akan membentuk pola belajar saya kedepannya. Semacam rancangan atau prakiraan cara belajar.

Salah merencanakan bisa jadi artinya akan merencanakan salah. Jadi bagian ini harus saya perhatikan dengan sangat teliti.

Dalam hal ini tentunya saya mesti membaca kembali tugas-tugas NHW yang sudah saya kerjakan minggu-minggu sebelumnya, dan saya dapati NHW 4 adalah fragmen penting dalam desain pembelajaran saya. Untuk saat ini list yang ada di target-target harian saya sebagai Ibu, Istri, dan Perempuan adalah rancangan yang terbaik untuk saat ini.

Lalu, gimana caranya belajar???

Ya, tentunya kerjakan dulu dong, telatenkan diri melakukan rancangan yang sudah dibuat dengan teknik S.M.A.R.T itu sebelumnya, learning by doing. 

Dengan mengerjakannya kita akan tahu apakah rancangan kita sudah pas atau ada bagian yang harus diperbaiki (bisa ditambah ataupun dikurangi), saya orang yang fleksibel dengan perubahan. Tapi teknik ini juga tidak cocok dengan beberapa orang, jadi kembali lagi dengan kepribadian Bunda bagaimana yang paling nyaman ^_^

Oh iya, untuk menjadikan NHW 4 sebagai tolak ukur, tabel yang saya buat di postingan itu sudah saya print.

Jadi sehari-hari saya bisa ngecek lagi, apakah ada bagian yang kurang?
Apakah segala sesuatunya sudah saya kerjakan?
Apakah bagian dalamnya sudah tepat?

Saya masih dalam tahap menghayati dan juga mendisiplinkan diri. Karena terkadang ada hal yang belum saya lakukan sepenuhnya, misalnya ibadah sunnah itu. Tapi sejauh ini saya merasa nyaman dengan tabel NHW 4.

Saya sedang berproses, kan saya Ibu Pembelajar! :)

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/
Minggu, 18 Februari 2018

#NiceHomeWork4 Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Assalamualaikum

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Yep, saya masih ingin memilih untuk menjadi Ibu pembelajar, namun kali ini saya sudah menemukan hal yang sangat ingin saya lakukan saat ini sebagai Ibu dan istri, yakni lebih mendalami ilmu parenting islami. Saya juga berniat untuk menuliskannya, sehingga orang lain yang belum mengetahui hal tersebut bisa membacanya (dan barangkali terinspirasi).

Pokoknya, saya ingin segala yang saya lakukan ada manfaatnya bagi diri sendiri dan juga orang lain ^^

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Berat sekali, ada beberapa poin yang harus saya paksakan diri untuk bisa memenuhi target. Padahal kalau saya pikirkan lagi, waktu saya menulis itu sepertinya kok gampang ya? Hahaha

Tapi tetap tidak semangat, saya berencana untuk nge-print checklist harian saya kemarin untuk ditempel di dinding kamar agar selalu teringat untuk melaksanakannya.


b.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator

Saya yakin, kehadiran saya di bumi adalah untuk menebarkan manfaat bagi orang lain. Saya bisa menjadi ibu yang baik serta istri yang sholehah bagi suami saya (aamiin).

Dan karena pekerjaan sampingan saya saat ini adalah sebagai blogger dan saya aktif berbagi banyak hal-hal seputar parenting dan juga lifestyle , kadang kala ada beberapa surel yang masuk dari beberapa orang yang mengatakan tulisan saya di blog  itu bermanfaat.

Perasaan saya?

Waah, bukan main senangnya! ^^
Padahal saya apalah-apalah, waktu menulis itu hanya sharing, dan ternyata ada yang merasa tulisan saya bermanfaat, Alhamdulillah. Saya jadi merasa bersemangat.

Sehingga saya bisa simpulkan seperti ini:
Misi Hidup : Memberi informasi bermanfaar dengan orang lain melalui tulisan
Bidang :  parenting, blogging,
Peran : Ibu professional, Mom blogger

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Untuk bisa menjadi ahli dari bidang yang saya minati, maka saya harus menguasai  beberapa ilmu sebagai berikut :

1. Ilmu Ibu professional: Ilmu-ilmu seputar management (waktu, uang, emosi), Management rumah tangga, Tatacara melayani suami, Ilmu parenting. 

2. Ilmu Agama: Ilmu dunia tanpa ada ilmu agama, jadinya hambar dan sesat. Jadi ilmu agama adalah ilmu yang harus saya kuasai agar saya tidak jadi terlalu ambisius mengejar sesuatu. Terlebih ilmu parenting yang ingin saya pelajari adalah parenting islami

3. Ilmu Journaling & Menulis : Ilmu yang satu ini pastinya bermanfaat agar checklist harian saya di NHW 3 sukses. Sedangkan ilmu menulis saya perlukan agar tulisan di blog saya lebih terarah dan lebih bermakna lugas. Mengingat saya orangnya senang ngalor-ngidul. hihi... ^^
4. Ilmu produktif. Pokoknya harus selalu menghasilkan sesuatu. Semangaaattt...

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Shaleha

Waaah, sebentar, ini menarik sekali, tidak pernah saya pikirkan sebelumnya!

Oke, jadi saya menetapkan KM 0 pada usia 23 th (2018). 

Saya HARUS mendedikasikan waktu saya sebanyak 4 jam dalam 24 jam untuk untuk mencari ilmu, mempraktekkan dan menuliskannya. 

Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya. Milestone yang saya tetapkan adalah sbb :

KM 0 – KM 1 (tahun 1, 2018) : Menguasai Ilmu journaling dan juga writing, waktu 4 jam saya pakai untuk belajar seputar menulis dan membuat konten yang bagus, saya juga harus belajar ilmu agama pelan-pelan misalnya dengan melancarkan hafalan juz 30 saya kembali. 

KM 1 – KM 2 (tahun 2, 2019) : Menguasai Ilmu Agama, dengan harapan sholat 5 waktu saya tidak ada yang bolong lagi, sholat sunnah saya juga bisa disiplin, bacaan saya kembali bagus, bisa mengajari anak juga.
KM 2 – KM 3 (tahun 3, 2020) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif. Hal yang sudah saya pelajari dan saya rencanakan harus saya laksakan dengan disiplin, pokoknya menjadi lebih produktif ^_^
KM 3 – KM 4 (tahun 4, 2021) : Menguasai Ilmu Ibu Professional. Yeay!

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
Akan segera saya koreksi ^^
f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Harus, harus, harus!

Saya harus segera melepaskan gelar miss procrastination yang berselempang di badan saya sekarang juga!

Lewat tulisan ini saya jadi diajak banyak berpikir tentang visi dan misi.

Tak sabar untuk segera bisa memulainya.

Bismillahirohmanirohim.. InsyaAllah BISA!

Salam Ibu Profesional,

Siti Zulaeha

Malang, 19 Februari 2018

/Tim Matrikulasi IIP/
Minggu, 11 Februari 2018

#NiceHomeWork3 Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Assalamualaikum~

Pekan ini banyak sekali materi berharga yang saya dapatkan dari matrikulasi Ibu Professional Kalimantan Selatan, salah satunya adalah tentang Wounded Inner Child dan bagaimana untuk berdamai dengannya.

Bagian itu saya mewek, wek, wek... 

Soalnya terasa banget nyut-nyutan dalam hati membaca penjelasannya. Ditambah lagi dengan sesi tanya jawab antara member matrikulasi dan Mba Adis sebagai admin matriks ini. Semakin terasa deh ada beberapa kasus yang mirip dengan diri saya. Terutama yang berkaitan dengan cara mengasuh anak.

Ah, kapan-kapan saya harus tulis tentang ini juga yaa... Mungkin selengkapnya akan saya publish di blog saya yang www.syunamom.com ^^

Langsung saja ke Nice Homework minggu ini. Jujur, saya rasa tugas kali ini sangat-sangat-menarik! Psalnya kita akan diminta untuk menggali dan menganalisa keluarga serta diri sendiri.

Seperti apa sih itu? Yuk baca lanjutannya~


Nikah


Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Assalamualaikum.

Halo, Abah Nuy.

Sebenarnya Manuy malu menulisnya, tapi tolong dibaca sampai habis, Bah.

Sebelumnya mama ingin mengucapkan terimakasih untuk Abah.

Terimakasih sudah menjadi suami yang sabar, terimakasih sudah menjadi suami yang begitu pengertian, terimakasih sudah menjadi suami yang bersedia menerima Manuy yang punya berjuta kurang ini.

Terimakasih sudah menjadi Imam Mama. 

Sungguh, sejak menikah dengan Abah rasanya surga itu terasa semakin dekat, iman terasa semakin kuat... Karena saat kita alpa kita selalu menegur satu sama lain. 

Abah,

Terimakasih sudah menjadi Abah Nuy. Terimakasih sudah menyayangi Nuy, 

Terimakasih. Abah adalah sosok ayah yang sempurna bagi Nuy.

Masih ingat pas masih hamil Nuy, Setiap weeked Mama harus naik taksi untuk kuliah ke Banjarmasin dan Bahnuy selalu setia mengiringi di belakang menaiki sepeda motor. Padahal jaraknya jauh, harus menempuh perjalanan selama 3 jam lebih. Saat itu Abah pasti lelah sekali.

Apalagi ditambah dengan cuaca dan waktunya yang tak tentu, kadang subuh, kadang hujan, kadang panas, kadang senja. Dan kadang harus menghadapi keruwetan yang Mama ciptakan lagi di dalam perjalanan.

Maaf Abah, Bila mama sering merepotkan dan menguras emosi Abah. 

Pas Nuy lahir dan Mama masih kesakitan karena jahitan episiotomi, Abah mencuci pipis dan pup Nuy bayi sampai luka Mama sembuh. Padahal Abah lelaki.

Pas Nuy sakit, Abah yang ikut panik mencari obat ke Apotek, menebu Nuy, meantar ke Nini urut, Begadang menjaga Nuy. Semuanya. 

Mama selalu ingat dimana kita panik saat pup Nuy keras, dan betapa Abah mengkhawatirkan Nuy.

Abah, seandainya lelaki yang menjadi Abah Nuy itu bukan Abah. Belum tentu seperti itu. Belum tentu sesayang ini.

Jadi, Abah. yakinlah bahwa Abah memang ditakdirkan untuk menjadi imam keluarga kecil ini. Menjadi suami dan ayah dari kami :)

***

b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Mama baru punya Nuy, jadi ini tentang Nuy dulu laah...

Nuy itu:

a.) Cepat belajar. 

Nuy bisa mengingat dengan cepat, misalnya saja untuk nama binatang atau sayur dan buah-buahan. Atau nama seseorang seperti Tayo, Hongshi, Hongbi, Pony (kartun RTV semua yaaa...)

b.) Suka berteman.

Mungkin karena Mama agak strict dengan pergaulan Nuy jadinya lebih banyak menahan Nuy di rumah. Tapi ternyata Nuy bisa membaur dengan cepat. Apalagi jika kakak itu dikenal dengan baik serta ada Mama disampingnya ^^

c.) Suka seni (menyanyi, menari, menggambar)

Nuy sejak 2 tahunan sudah bisa menggambar bulat garis, matahari. Bisa menyanyikan huruf-huruf hijaiyah dengan lagu Upin-ipin. Menari saat diajak mama dan memeriahkan suasana. Hehe

d.) Suka sekali keteraturan

Baca do'a dulu sebelum makan, posisinya harus bersila, kalau baca do'a harus semuanya... Teratur sekali, bila susunannya rusak atau kurang Nuy tidak suka.

e.) Tegas

Nuy orangnya teguh dan tidak mudah berubah. Tinggal Mama Abah yang mengarahkan supaya jadinya positif yaaa ^^

***

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Mama menikah usia 19an dan melahirkan Nuy diusia 20tahunan mungkin juga sebagai pelecut Mama untuk terus belajar untuk menjadi Ibu dan  juga istri untuk Abah Nuy. Jadi Mama berpotensi untuk curi start belajar berbagai ilmu parenting family management. 

Dan mungkin karena dimulai dini, keluarga kami akan memiliki waktu belajar yang lebih banyak, akan memiliki waktu menemani anak yang lebih banyak, dan mungkin akan mapan sebelum usia tua datang.

Jika kami sekarang berada di Malang, mungkin ini adalah salah satu cara agar keluarga kecil kami menjadi lebih mandiri dan juga belajar lebih lagi tentang manajemen rumah tangga tanpa adanya campur tangan keluarga (secara, jauh gitu lhoooo di Kalimantan sana :p)

***

Itu saja, semoga bermanfaat!

Jakarta, Minggu 11 Februari 2018


Matrikulasi Batch #5 NHW #3
#Batch5_IIPKalSel_100%Lulus






Minggu, 04 Februari 2018

#NiceHomeWork2 Matrikulasi IIP Kalsel: Checklist Ibu Professional

Assalamualaikum!

Akhirnya saya kembali lagi ke rumah yang satu ini demi #NHW2. Yups, setelah Nice Home Work pekan lalu yang membahas tentang jurusan kehidupan dan adab belajar. Maka di minggu kedua ini, kami matrikulasi batch 5 dari Institut Ibu Professional Kalimantan Selatan mendapatkan tugas baru.

Apa itu? Nah, tugas Nice Home Work kali ini akan membahas tentang checklist ibu professional menurut sudut pandang kita.

Setelah menentukan tujuan, Sekarang saatnya kita membuat strategi. Ya, pokoknya tugas pekan lalu yang membahas tentang apa yang ingin kita pelajari nggak boleh berakhir mengawang-awang. Harus dijabarkan cara eksekusinya bagaimana. Iya nggak?

Harus S.M.A.R.T!

Alias Spesifik (unik/detil), Measurable (terukur), Achivable (bisa diraih), Realistic (sesuai dengan kondisi kita), Timebond (berbatas waktu).

Langsung aja ya, berikut checklist indikator saya sebagai individu, istri, dan juga ibu, monggo~


CHECKLIST INDIKATOR IBU PROFESSIONAL
SEBAGAI INDIVIDU
          :




CHECKLIST INDIKATOR IBU PROFESSIONAL
SEBAGAI IBU



CHECKLIST INDIKATOR IBU PROFESSIONAL
SEBAGAI ISTRI 


Malang, 4 Februari 2018


Matrikulasi Batch #5 NHW #2

#Batch5_IIPKalSel_100%Lulus
Jumat, 26 Januari 2018

#NiceHomeWork1 Matrikulasi IIP Kalsel: Adab Menuntut Ilmu & Jurusan Kehidupan

Assalamualaikum.

Well, sesudah lulus sekolah beberapa lama, akhirnya kemarin saya mendapatkan PR lagi. Dan bukan sembarangan PR lho! Tugas rumah yang satu ini benar-benar berhubungan dengan rumah karena merupakan salah satu bagian tugas matrikulasi saya di kelas Matrikulasi Ibu Professional Kalimantan Selatan Batch 5.


Yes, ini PR besar untuk menjadi Ibu yang lebih baik, Ibu Professional!


PR yang bertajuk Nice Home Work atau biasa disingkat dengan NHW ini membuat saya banyak merenung karena jawabannya nggak akan pernah saya temukan di buku pelajaran manapun.

Karena apa? Karena jawabannya ada dalam diri saya sendiri, ada dalam pikiran saya sendiri.

Saya nggak bisa nyontek. terlepas dari nggak ada yang pengen nyontekin saya (ya iyalah hahaha), saya juga nggak mau nyontek soal beginian. Orisinilitas jawaban itu penting karena meskipun pertanyaan yang diajukan itu cuma ada 4 biji.

Penasaran, bagaimana pertanyaan dan jawaban a la Saya? Yuk,baca terus!

1. Tentukan satu jurusan apa yang hendak ditekuni di universitas kehidupan ini?

Hmmmm... beneran luas ya bahasannya. Saya bener-bener mikir keras di pertanyaan pertama ini. hehe

Baiklah, kalau ada jurusan yang harus saya pilih, maka itu adalah jurusan menjadi ibu pembelajar, jurusan menjadi seorang lifetime learner. 

Karena dengan jurusan belajar, maka saya akan mendapatkan segala ilmu yang saya inginkan. Kehausan saya mungkin bisa hilang karena bisa terus menerus mereguk ilmu, namun tentunya dengan tetap tidak kehilangan identitas saya sebagai Ibu dari anak-anak saya.

Saya sebenarnya tidak yakin ini termasuk jurusan kehidupan. Tapi, inilah jurusan yang saya inginkan. Jadi boleh dong? :D

Dengan menjadi Ibu pembelajar, saya nggak akan membatasi diri saya dengan berkutat hanya dengan satu hal saja. 

Saya tetap bisa belajar menulis di blog.
Saya tetap bisa belajar ilmu fotografi.
Saya tetap bisa belajar editing.
Saya tetap bisa belajar bikin vlog.
Saya bisa belajar ilmu Parenting.
aya bisa belajar untuk meneruskan cita-cita menjadi Apoteker (uhuk).

Ah, banyak sekali!

Jadi, saya mantabkan diri saya untuk memilih jurusan Ibu Pembelajar.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?
Saya ingin punya ilmu yang banyak supaya bisa mengajari anak-anak saya yang pertama kali tentang ilmu tersebut. Terdengar agak maruk, ya? Tapi biarlah karena pada dasarnya memang begitu. :D

Saya ingin mengajari mereka Al-Fatihah yang pertama kali.
Saya ingin mengajari mereka Alphabet yang pertama kali.
Saya ingin mengajari mereka membaca yang pertama kali.
Saya ingin mengajari mereka menekan keyboard laptop yang pertama kali.
Saya ingin mengajari mereka menekan shutter kamera yang pertama kali.
Saya ingin mengajari mereka bernyanyi yang pertama kali.

Saya ingin mereka tau kelak, bahwa meskipun ibunya menikah di usia 19 tahun. Mereka tidak dilahirkan begitu saja tanpa usaha apa-apa untuk mendidiknya.

Ibunya, meskipun dengan kapasitas ilmu yang tidak terlalu besar, akan tetap belajar ilmu parenting dari buku-buku, youtube, seminar, organisasi. Semaksimalnya. Agar mereka menjadi manusia yang baik.

3. Apa strategi yang akan diterapkan untuk mempelajari ilmu jurusan tersebut?

1. Surround myself with friends with the same mission. 

Ngumpul dengan punya motivasi serupa. Bergabung di IIP adalah salah satu jalannya, yakni untuk menjadi seorang Ibu yang Proffesional.

Kenapa harus rame-rame?
Karena kadang kalau sendirian itu semangat cepat kendor. Nggak ada trigger yang akhirnya bikin kita merasa di zona aman melulu. Nggak ada tolak ukur atau target pasti yang bikin jadi termotivasi.

2. Catat setiap langkah,

Yes, ini juga salah satu caranya. karena dengan mencatat setiap perkembangan, kita sekaligus sudah mendokumentasikan pembelajaran dan ilmu yang kita dapat. 

Ali bin Abi Thalib bilang, ilmu harus diikat dengan tulisan. Jadi, disinilah saya, menulis untuk mengikat ilmu.

3. Buat rencana matang.

Nah, saat ini bisa dibilang rencana saya masih rada mentah. Belom welldone kayak masak steak.

Karena saya tipe orang yang bikin list kalau ngerjain sesuatu atau merencanakan sesuatu. Maka ngomongin strategi atau rencana, semakin rinci, saya semakin tenang karena merasa punya arah yang akan dituju. 

Orang bijak selalu bilang gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Dan saya nggak mau gagal Jadi nantikan strategi saya selengkapnya setelah benar-benar masuk kelas ya.

*kibas jilbab

4. Koreksi berkala.

Harus ada evaluasi. Misalnya per berapa minggu. Dibikin lagi reviewnya... Kalau sudah berhasil melakukan misi mungkin akan dapat reward seperti misalnya makan es krim cokelat favorit.

Kalau nggak berhasil harus ada punishment, misalnya baca buku 2x lebih banyak daripada jatah membaca harian.

5. Konsisten, tidak malas, tidak menunda-nunda

AHA! Ini dia poin terpenting.

Menjadi Ibu pembelajar artinya saya nggak boleh lagi malas-malasan, suka nunda-nunda kelamaan, atau menjadi plin-plan. Catet!

4. Perubahan sikap yang akan dilakukan dalam menuntut ilmu?

Yang pertama, saya akan memposisikan diri sebagai murid untuk bisa menyerap ilmu yang banyak bak sponge. 

Saya adalah kertas putih dan siap untuk menerima segala ilmu yang akan saya dapat.

Yang kedua, saya akan menghormati setiap petunjuk dan arahan ataupun masukan dari para pemberi ilmu.

Menghindari sikap sok tau atau merasa lebih hebat daripada siapapun.

Saya adalah Ibu pembelajar terbaik.

Saya pasti bisa!

***


Rantau, Sabtu 27 Januari 2018


Matrikulasi Batch #5 NHW #1
#Batch5_IIPKalSel_100%Lulus



Siti Zulaeha

Disqus Shortname

Comments system