SYUNAHOME~ Belajar Jadi Ibu ❤️

Anggota Institut Ibu Professional (IIP) Kalimantan Selatan

Kamis, 06 September 2018

[Game Level 1 Day 1] Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

Assalamualaikum warahmatullah hiwabarkatuh.

Alhamdulillah akhirnya bisa meluangkan waktu untuk belajar lagi. ^^

Kali ini saya ditantang untuk melakukan 10 Hari Komunikasi Produktif di kelas Bunda Sayang Kalimantan Selatan.

Awalnya saya tuh nggak ngeh, apaan sih yang dikerjakan ini? Bikin ceklis kah? Bikin game apa kah? Bikin cerita harian kah? 🤔😁

Untung kebingungan saya tidak berlanjut terlalu lama karena teman-teman di grup memberikan penjelasan tentang pelaksanaan game ini dengan sangat jelas. 

Saya melihat beberapa hasil tulisan dan setelah saya pahami, benar, ini tuh sesuai dengan namanya, tantangan! 😆

Oke, langsung aja kita bercerita tentang komunikasi produktif saya hari ini, ya!

-----

Hari ini ada dua tetangga dekat rumah yang sedang melakukan resepsi perkawinan.

Dari pagi saya tuh udah gatel pengen bantu-bantu (meski nggak tahu pengen bantu apaan). 

Sayangnya kebetulan saya juga lagi diamanahi untuk menjaga anak-anak kakak (Ami, Syifa, Malik) yang sedang dapat jadwal dinas malam di rumah sakit, jadi saya mengalah. Saya tetap tinggal di rumah sementara nenek pergi ke seberang untuk melawat (bantu-bantu).

Ami dan Syifa berangkat ke sekolah pukul 7:22 setelah sarapan. Sementara Syuna dan Malik tetap di rumah bersama saya. 

Setelah mereka mandi dan makan. Tantangan saya pun dimulai, bagaimana caranya agar dua anak aktif ini bisa kalem? 😂

Saya memutuskan untuk memberi mereka screen time 15-20 menit tontonan favorit mereka, Tayo The Little Bus. Sementara saya sarapan sekaligus beberes dapur.

Apakah trik saya langsung berhasil ?
Mereka langsung kalem?

Wah, Nggak!

Keduanya kemudian malah berebut memegang smartphone. Teriakannya saling balas membalas. Kebetulan keduanya lagi kurang fit karena sama-sama sedang batuk, jadi agak lebih mudah rewel. Mamak pun pusing 😅

Hampir saja emosi saya meluap. Untung saya ingat dengan sekilas materi tugas Bunsay.

Apa yang saya lakukan?

💕 Menjaga intonasi dan gunakan suasana ramah.  

Sambil menahan gejolak di dada, saya kemudian mengajak mereka untuk menonton bersama tanpa harus ada yang memegang Smartphone. 

Kebetulan Smartphone saya sudah dilengkapi dengan gurita sehingga bisa menempel ke layar datar seperti kaca, jadi menurut hemat saya seharusnya bisa jadi win-win solution buat mereka. 

Tapi namanya juga anak-anak, mereka masih ngotot untuk memegang Smartphone-nya sendiri. 

💕 Memberi pilihan 

Tidak ingin terpancing, mereka pun saya beri pilihan. Ingin menonton Tayo atau tidak? 

Keduanya mengangguk. 

Saya kemudian menempelkan ke dinding dan kebetulan mereka melihat ada video tentang permainan mobil-mobilan di suggest laman youtube saya. Keduanya sepakat ingin melihat mobil-mobilan saja daripada Tayo. 

💕  Memberi informasi yang singkat dan sederhana 

Supaya nggak terjadi salah paham, saya bilang bahwa mereka boleh nonton satu video ini sambil menunggu uwa-nya datang. 

"Nak, nonton aja didit (mobil) nya dulu. Mama makan dahulu. Uwa sudah di jalan sebentar lagi datang, baik-baik nontonnya"

💕  Menyatakan keinginan

"Anuy baik-baik sama Malik, disayang aja Maliknya. Nanti kalau anuy ganggu Maliknya sedih, peluk aja ya? "

" inggih ma, anuy pintar. Tapi anuy mau wadai buat nonton." jawabnya lagi. 

Alhamdulillah mulai smooth, pertikaian mereda. 

💕 Observasi. 

Selanjutnya saya tinggal mengawasi. Begitu janji menonton video habis, saya bawakan mereka peralatan masak-masakan. 

Baru kemudian saya ambil Smartphone-nya. Supaya nggak terlalu kaget mobil-mobilan favoritnya ilang hahahaha. 

------

Jujur saja, diantara tahapan diatas yang paling sulit itu diawal, yaitu step untuk meredam emosi. Padahal kunci semuanya ada pada SABAR. 

SA-BAR. 

Alhamdulillah sudah terlewati hari ini. Semoga bisa semakin baik



Untuk komunikasi bersama pasangan, saya tidak bisa melakukannya dengan langsung karena kendala LDM. 

Sebagai gantinya, saya bisa chat di Whatsapp dengan suami. Alhamdulillah lancar, segala hal bisa di diskusikan dengan baik. 👌

Tetap semangat ! 

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasi produktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Minggu, 02 September 2018

NHW Bunsay :Aktualisasi Diri


Assalamualaikum.

Halo, perkenalkan nama saya Siti Zulaeha. Saya sehari-hari akrab dipanggil Leha.

Saat ini saya berprofesi sebagai ibu rumah tangga full time dan Blogger part time. Di dunia maya, saya menggunakan nickname Syunamom.

Barangkali ada yang belum tahu apa itu Syunamom. Syunamom berasal dari kata Syuna dan mom yang artinya emak syuna. Syuna adalah putri pertama saya ^^

Saat ini saya sedang mengikuti kelas Bunda Sayang batch 4 regional Kalsel sebagai bentuk keseriusan saya belajar menjadi ibu yang lebih baik lagi. Doakan lancar ya!  ❤️

Terima kasih sudah membaca.

Wassalamualaikum. 
Rabu, 29 Agustus 2018

NHW Bunsay : Self Healing Inner Child



Sabtu, 25 Agustus 2018

NHW Bunsay: Adab Menuntut Ilmu X CoC

💯Alasan terkuat apa yang Anda miliki hingga ingin menekuni ilmu Bunda Sayang?
>> Ingin berkumpul dan belajar bersama dengan Ibu-ibu lainnya, supaya semakin bersemangat belajar untuk...
>> Meningkatkan kualitas diri sebagai perempuan, istri, dan ibu!

💯 Bagaimana strateginya?
>> Komitmen dan melakukan arahan dari fasil serta praktek langsung ke kehidupan nyata ^^

💯 Perubahan sikap apa saja yang ingin dicapai?
>> Menjadi lebih baik, pastinya!

----

Jawaban Pertanyaan Diskusi

#1. Bagaimana sikap seorang pembelajar terhadap fasilitator?

🌸 Menurut saya:
- Pastinya menghormati dan menghargai fasil atas segala kerja kerasnya memfasilitasi dan menangani peserta pembelajar.
Fasil=guru.
- Bekerja sama untuk melakukan tugas sesuai dengan kesepakatan.
- Aktif di kelas. Paling tidak menyimak dan ikut memberi apresiasi terhadap fasil atau teman yang bertugas di grup.

***

#2. Saat diskusi, fasilitator menyampaikan jawaban yang dirasa kurang tepat. Apa yg anda lakukan ?

🌸 Menurut saya:
Saya berusaha menambahkan dengan izin sebelumnya. Tentunya tanpa menyinggung atau menyalahkan jawaban fasilitator dan dengan memakai bahasa yang santun.

***

#3. Jadwal diskusi sdh ditetapkan, materi sdh diposting di GClassroom, kemudian review diskusipun sdh tersedia, apa yg perlu dilakukan sebagai mahasiswi yg beradab baik ?

🌸 Berusaha menyediakan waktu khusus untuk mempelajari & memahami materi yang diberikan.  Menuliskan poin penting dan juga hal yang kurang dipahami untuk selanjutnya ditanyakan saat sesi tanya jawab di grup utama.

***

#4. Di setiap level, akan ada tantangan 10 hari, dimana Mahasiswi perlu menuliskan pengalamannya dalam melakukan tantangan
yang diberikan. Tentunya mahasiswi ingin bisa tepat waktu dalam menyetorkan tugasnya. Mana yang lebih bermartabat, membuat
setoran asal-asalan agar tepat waktu, atau berusaha mengatur
waktu dengan baik agar bisa membuat setoran berkualitas dan
bisa tepat waktu?

🌸 Dalam hal ini tentu lebih awal lebih baik dan oke oce. Diperlukan komitmen dan disiplin dalam mengerjakannya, perlu menengok kembali kandang waktu NHW saat matrikulasi.

***

#5. Materi yang disampaikan dirasa sangat bermanfaat, mana yang lebih bermartabat?
Menulis ulang materi di medsos/blog, atau Menuliskan pengalaman dan hikmah saat mendapat materi, kemudian membuat review dari sudut pandang sendiri?

🌸 Gabungan ketiganya jika memungkinkan, sehingga dalam tulisan kita punya materi dan berbagai perspektif yang berbeda.

***

#6.Mendapatkan tawaran untuk mengisi materi yang berkaitan dengan bunda sayang, Apa yang akan anda lakukan?

🌸 Saya berusaha sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menunaikan tugas yang diberikan. Kapan lagi bisa belajar bareng buibu hebat?

***

#7. Kegiatan domestik dan ranah publik dirasa semakin padat, dan tidak memungkinkan untuk
mengikuti perkuliahan. Cuti atau mengundurkan diri, dibolehkan. Bagaimanakah etika saat
ingin mengajukan cuti atau mengundurkan diri?

🌸 Saat mengundurkan diri/cuti, kita harus menjelaskan dengan baik apa penyebabnya, misalnya tidak memungkinkan karena alasan tertentu atau ada prioritas lain yang lebih utama untuk saat ini. Meminta maaf jika ada salah kata/perbuatan dan menentukan sampai kapan kita cuti (Jika kita cuti) agar tidak berlarut-larut.

***

#8. Kuota Bunda Sayang terbatas, banyak IPers yang ingin mengikuti perkuliahan namun tidak
mendapat kuota. Sementara itu, ada peserta yang sudah terdaftar, tapi mundur di tengah
jalan. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai konsekuensi yang sebaiknya diberlakukan?

🌸 Sebaiknya harus dibuat komitmen di awal masuk program kelas Bunda Sayang, apakah benar-benar serius ingin ikut ataukah ada keraguan/halangan yang sekiranya nanti bisa membuat mundur di tengah jalan. Jika sudah komitmen, Insha Allah akan bisa dilakukan.

Rabu, 15 Agustus 2018

Daily Planning 16 Agustus 2018


Pernyataan Komitmen Belajar untuk Setahun Kedepan


Selasa, 07 Agustus 2018

Tugas Pertama untuk Kelengkapan Administrasi Bunda Sayang

Nama Lengkap: Siti Zulaeha
Nama di GC: Zulaeha Achmad
No HP: 085331873384

Disqus Shortname

Comments system